Teknologi Bertemu Kreativitas

Di luar akademik dan pemrograman, Sidney juga aktif dalam kegiatan multimedia dan organisasi. Ia pernah menjadi anggota Tim Media Perhimpunan Pelajar Tionghoa Perantauan Indonesia (OCHISA) dari Juli 2025 hingga Mei 2026, dengan tanggung jawab merancang poster promosi, konten media sosial, serta materi visual untuk berbagai kegiatan mahasiswa.

Pengalaman di bidang multimedia bahkan telah dijalaninya sejak sebelum kuliah di Taiwan. Dari Februari 2021 hingga Agustus 2024, Sidney terlibat dalam Kementerian Multimedia GBI Kingdom Vision Church di Bitung.

Ia mengoperasikan sistem siaran langsung menggunakan OBS dan vMix serta membuat berbagai materi grafis promosi dan konten multimedia. Sejak Maret 2025, pengalaman tersebut berlanjut melalui pelayanan multimedia di Gereja Bethany Chungli, Taiwan.

Kombinasi antara pemrograman dan kemampuan visual menjadi salah satu karakter menarik dalam perjalanan Sidney. Ia tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah aplikasi bekerja dari sisi teknis, tetapi juga bagaimana sebuah produk digital dapat ditampilkan dan digunakan oleh penggunanya.

Terus Berkembang di Dunia AI

Saat ini, Sidney memiliki pengalaman dalam sejumlah bahasa pemrograman, termasuk C, C++, Python, Java, JavaScript, SQL, dan Pascal. Ia juga menguasai berbagai teknologi web seperti HTML, CSS, React, Node.js, REST API, dan Supabase.

Untuk memperluas kompetensinya, ia mengikuti sejumlah pelatihan dan kursus, di antaranya Responsive Web Design dari freeCodeCamp, bootcamp Python dari Udemy, Python 101 for Data Science dari IBM Cognitive Class, serta jalur pembelajaran Artificial Intelligence dari MySkill.

Bagi Sidney, teknologi bukan semata-mata soal kode dan perangkat lunak. Profilnya menunjukkan ketertarikan untuk membangun aplikasi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, mempelajari hal-hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata. Ia juga terus mengembangkan kompetensinya di bidang kecerdasan buatan.

Dari kompetisi informatika di tingkat nasional, ruang kelas sebagai tutor, proyek virtual reality dan AI, hingga pengembangan FORCE Arena, perjalanan Sidney memperlihatkan satu benang merah: kemampuan teknologi yang terus diasah untuk menciptakan sesuatu yang dapat digunakan dan memberi manfaat bagi orang lain.