Pemprov Salurkan Bantuan Korban Longsor Tambang Bakan

oleh -
ampak, petugas BPBD, Basarnas Gabungan dan TNI/Polri bersiap melakukan evakuasi lanjutan korban longsor di tambang Bakan. (ist)

MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menyiapkan santunan bagi warga yang menjadi korban longsor tambang emas di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Tim Pemprov Sulut dari dinas kesehatan (dinkes), dinas sosial (dinsos), BPBD dan ESDM, telah diturunkan di lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu evakuasi korban. Menurut catatan, hingga kini telah ada beberapa warga yang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih terjebak dalam lobang.

“Kami akan memberikan santunan bagi korban meninggal. Ada tim dari Pemprov Sulut yang diturunkan ke sana untuk mendata jumlah korban longsor,” kata Gubernur Olly Dondokambey, Senin (4/3/2019).

Kata gubernur, saat kejadian longsoran di lokasi tambang Desa Bakan, pihaknya langsung menginstruksikan Kepala BPBD Sulut untuk turun ke lokasi dengan berkoordinasi bersama BPBD di Kabupaten Bolmong.

Dari awal sudah diinstruksikan ke BPBD Sulut untuk membantu dengan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Bantuan awal yang diserahkan yaitu makanan, senter dan kantong jenazah,” jelasnya.

Kemudian, tanggal 1 hingga 2 Maret, gubernur kembali menginstruksikan Kepala BPBD, Kepala ESDM dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut, untuk memantau lokasi longsor dan melaksanakan rapat teknis bersama Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Bupati Bolmong Yasti Mokoagow dan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, untuk membahas proses evakuasi bagi korban yang masih terjebak dalam lobang menggunakan alat berat.

Sampai saat ini koordinasi evakuasi masih terus dilakukan. Kita berharap, semua warga yang menjadi korban yang tertimbun dalam lobang bisa dievakuasi. Kita akan salurkan bantuan santunan untuk para korban,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sulut, Joy Oroh menyebut, pihaknya hingga saat ini turut membantu dan memantau proses jalannya evakuasi. Menurutnya, awalnya proses evakuasi para korban mengalami kesulitan karena harus menggunakan peralatan manual.

Tapi kini sudah ada alat berat yang membantu proses evakuasinya. Kita terus berupaya bersama SAR Gabungan agar semua korban yang masih tertimbun dalam lobang bisa dievakuasi,” tuturnya.

Dia menuturkan, BPBD Pemprov Sulut sangat siap membantu daerah jika mengalami musibah atau bencana seperti longsor di Bakan. Pihaknya selalu stand by, dan berharap instansi terkait di pemerintah daerah (pemda) kabupaten dan kota untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mendesak dibantu dalam penindakan awal.

Personel dan peralatan kita siap satu kali 24 jam. Begitu juga bantuan lain cepat dikoordinasikan baik bersama Dinkes Sulut dan Dinsos Sulut,” pungkas Oroh. (rivco tololiu)