Lantik 47 Pejabat, Gubernur Olly Tekankan Soal Integritas

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey saat melantik dan mengambil sumpah 47 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Sulut, Rabu (28/8/2019). Gubernur menekankan soal integritas dan bekerja professional. (Rivco Tololiu)

MANADO – Perombakan kabinet terus dilakukan di jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Gubernur Olly Dondokambey melantik dan mengambil sumpah sekira 47 pejabat baru tingkat eselon III dan IV di Kantor Gubernur Sulut, Rabu (28/8/2019).

Sebagai informasi, jumlah pejabat Administrator yang dilantik sebanyak 17 orang, dan pejabat Pengawas ada 30 orang dengan total keseluruhan 47 pejabat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly meminta pejabat yang baru saja dilantik dapat melaksanakan tugas secara profesional dan berintegritas sesuai sumpah yang diucapkan dihadapan para tokoh agama.

“Kita sudah disumpah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Jaga integritas dan bekerjalah sesuai tupoksi,” kata Olly.

Dia menuturkan, semua agama menomorsatukan integritas dalam kehidupan termasuk pekerjaan, seperti tokoh di Alkitab yaitu Abraham.

“Abraham seorang bapak yang mempunyai integritas yang tinggi kepada Tuhan. Abraham sabar dan tetap setia kepada Tuhan meski harus menunggu lama hingga usia 100 tahun untuk mendapatkan keturunan,” ungkapnya.

Disamping itu, Olly berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat bekerja profesional. Tambah dia, pelantikan merupakan upaya untuk semakin meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Menjadi ASN adalah pilihan. Tentunya semua ada aturannya. Apabila kita diberikan tugas dan tanggung jawab, kita harus melakukannya sebaik mungkin,” tutupnya.

Pelaksanaan rotasi jabatan kali ini, terhitung sudah ketiga kalinya yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK). Perombakan kabinet kebanyakan menyasar para pejabat di eselon III dan IV.

Kata Olly, rotasi jabatan yang dilakukan tujuannya untuk memantapkan kinerja di semua lini perangkat daerah.

“Kan ada yang sudah lama di satu jabatan. Jadi, harus cari nuansa baru lagi agar lebih giat dalam menjalankan tugas. Rotasi jabatan masih akan berlanjut kedepan,” ujarnya.

Pengamat politik dan pemerintahan Alfons Kimbal menilai, rotasi jabatan secara bertahap yang dilakukan gubernur dan wakil gubernur, tentunya mendorong realisasi kinerja yang baik sesuai diharapkan di masing-masing SKPD.

“Apalagi peremobakannya dilakukan secara bertahap di masing-masing perangkat daerah. Mungkin saja, rotasi juga akan menyasar perangkat daerah yang lain sesuai evaluasi,” tuturnya.

Kimbal menilai, rotasi jabatan memang hal yang biasa di lingkungan pemerintahan. Meski begitu, dia menuturkan, rotasi yang digelar besar-besaran secara bertahap kali ini, tentu sudah lama akan dilakukan sesuai penilaian kinerja pejabat di masing-masing SKPD.

“Rotasi jabatan ini sangat profesional, karena pejabat yang digantikan tetap mendapatkan jabatan yang sesuai. Intinya, ini untuk mendorong kinerja yang maksimal bagi para pejabat di Pemprov Sulut,” tandasnya. (rivco tololiu)