Bukan Cuma Modal Ijazah, Tetapi Skill Jadi Tuntutan bagi Calon Pekerja

oleh -
Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Lucky Taju saat memberikan pemaparan di Forum Diskusi Koran Sindo Manado. (Rivco Tololiu)
MANADO – Calon pekerja dituntut punya skill untuk dapat bersaing dalam dunia kerja di era teknologi saat ini.
Kepala Disnakertrans Sulut Erny Tumundo melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Lucky Taju mengatakan, penyiapan SDM berkualitas bagi calon pekerja menjadi perhatian serius pihaknya.
“Kita ada program pelatihan lewat Balai Latihan Kerja (BLK). Calon pekerja atau warga yang sudah bekerja bisa mengasa potensi dan kemampuannya di BLK tersebut,” ungkapnya, saat menjadi narasumber di Forum Mingguan (FM) KORAN SINDO MANADO (KSM), Senin (7/10/2019).
Dia mengakui, persaingan kerja saat ini, calon pekerja bukan hanya bermodalkan ijazah saja, tetapi harus dibarengi dengan skill.
Taju menjelaskan, pelaksanaan Pameran Bursa Kerja (job fair) OD-SK waktu lalu, sekira 50 perusahaan yang berpartisipasi membuka sebanyak 2.000 lebih lowongan pekerjaan (loker).
“Ada 1.500 yang melamar. Tetapi yang diterima perusahaan hanya 300 calon pekerja. Ini tentu menjadi perhatian kenapa banyak lulusan kita tidak dapat memenuhi standar penerimaan karyawan perusahaan,” tuturnya.
Dia berharap, pelatihan lewat BLK dapat mendorong peningkatan kualitas SDM, terutama para calon pekerja agar mempunyai skill yang mumpuni.
“Tahun ini ada 200 calon pekerja yang baru mengikuti pemagangan dalam negeri. Tahun depan juga akan dibuka. Kita berharap, masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan BLK untuk melatih atau mengasa potensi yang dimiliki,” tandasnya. (rivco tololiu)