Tekan Inflasi, TPID Sulut Akan Lakukan Operasi Pasar

oleh -
Suasana High Level Meeting TPID di Bank Indonesia. (FOTO: Clay Lalamentik)

MANADO – Operasi pasar menjadi salah satu strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga kestabilan harga. Pasalnya, inflasi pada bahan pokok yang ada di pasar seperti sayuran, ikan dan beberapa bahan pokok lainnya, sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, inflasi terjadi karena beberapa faktor seperti daya beli masyarakat yang tinggi namun tidak dibarengi dengan ketersediaan stok yang ada. “Hal inilah yang perlu kita jaga, mak dari itu perlunya operasi pasar serta koordinasi regional antara Pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) di daerah-daerah untuk menekan inflasi ini,” ucapnya di High Level Meeting TPID di Bank Indonesia, Rabu (26/2/2020).

Lanjut Olly, peran TPID sangat penting dalam menjaga kestabilan harga. Dan tentunya ini juga peran penting dari petani. “Bagaimana cara kita untuk menekan inflasi ini, adalah dengan memberdayakan peran petani dalam pembudidayaan dan bantuan dalam berbagai hal agar mendapat produk yang baik, serta peran TPID dalam menjaga kestabilan ini sangat berarti,”ujarnya.

Dalam penanganan inflasi, Sulut telah mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi dalam penanganan inflasi 2018. Olly berharap pada 2020 ini akan mendapat penghargaan yang sama pula.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Arbonas Hutabarat menuturkan, operasi pasar yang dilakukan TPID selama dua minggu pada beberapa waktu lalu telah berhasil menekan inflasi yang terjadi pada beberapa bahan pokok. “Melalui operasi pasar yang dilakukan, inflasi yang terjadi pada beberapa bahan pokok berhasil ditekan turun. Hal ini dilakukan tentunya dengan tidak merugikan pedagang maupun pembeli,” ucapnya.

Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi di Sulut masih baik, dari beberapa sektor pertanian, perikanan mampu menopang pertumbuhan ekonomi. “Ekonomi di Sulut masih lebih baik dibandingkan beberapa daerah di Indonesia. Dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Sulut masih punya berbagai sektor yang bisa diandalkan,”ujarnya.

Salah satu peran BI dalam menumbuhkan perekonomian di Sulut adalah dengan membagikan bibit-bibit gratis kepada petani. Dan hal sangat bisa untuk menopang produksi petani, yang dimana bisa untuk menjaga kestabilan produksi serta harga di pasaran.

Dalam High Level Meeting di Bank Indonesia, kemarin, Gubernur Sulut memberikan penghargaan kepada beberapa kabupaten dalam kontribusinya menjaga kestabilan. Juara satu diraih oleh TPID Kota Bitung, juara dua Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan juara tiga Kabupaten Minahasa. (Clay Lalamentik)