Rupiah Melemah ke Posisi Rp15.712, Ini Tanggapan Ekonom Sulut

oleh -
(FOTO: Istimewa)

MANADO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah Rp15.712.

Kurs yang dipantau mengalami penguatan sebelumnya pada 16 Maret 2020 Rp14.818 dan kembali melemah pada 17 Maret 2020 Rp15.083. Pada 18 Maret kembali terjadi pelemahan pada angka Rp15.233 dan 19 Maret (Hari ini) kembali anjlok pada angka Rp15.712.

Ekonom Sulut Magdalena Wullur mengatakan, hal ini tak terhindarkan. Apalagi situasi seperti saat ini mau tidak mau akan bergerak mundur dan masuk dalam penjajahan ekonomi.

“Permintaan ekspor menurun, meskipun gerakan pasar mengurangi minat impor karena virus korona, namun ke depan kita akan lebih banyak impor ketika kepercayaan produk kita kembali turun. Kalau situasi memburuk terus, kita harus balik ke pertanian, budayakan ekplorasi kekayaan alam kita untuk kita sendiri jika kita mau ekstrem mempercepat pemulihan keadaan ini,” ucapnya, Kamis (19/3/2020).

Lanjut Wullur, untuk mengatasi hal ini perlu perkuat strategi investasi untuk kebutuhan masa depan kita lewat aktor-aktor di hulu bisnis bukan lagi hilirisasi.

“Kekhawatiran terhadap spekulasi pasar atas melemahnya rupiah hanya akan memperburuk keadaan kita. Sedangkan produktivitas kita semakin melemah, karena stabilitas rupiah terancam ketakutan dan kepanikan serta spekulasi ketidakberdayaan kita terhadap sikap menunggu kebijakan Bank Indonesia (BI) yang terasa lambat. Namun prediksi kita yang negatif malah akan melemahkan kita karena energi kita habis berpikir bukan bertindak,”ujarnya.

Sedangkan, menurut Ekonom Robert Winerungan, nilai rupiah yang turun saat ini l sebagai akibat dari pandemi korona bukan karena persoalan ekonomi murni. “Harga saham turun karena banyak investor asing menjual saham dan menukar hasil penjualan ke US dolar.

Kata dia, Ini karena adanya kepanikan investor asing terhadap harga saham yg semakin turun. Korona ini sangat besar memberi dampak terhadap ekonomi,”ucapnya.

Tambahnya, secara umum pelemahan bukan hanya pa rupiah. “Tidak hanya nilai rupiah yg turun terhadap US dolar tapi juga nilai mata uang asing lainnya seperti Mis Ringgit Malaysia, dolar Singapura dan lainnya,” ujarnya. (Clay Lalamentik)