Wagub Kandouw Cek Penerapan Program Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -
Wakil Gubernur Steven Kandouw saat vidcon bersama Dikda Sulut terkait program PJJ. (Ist)
MANADO – Penerapan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) menjadi salah satu kebijakan pemerintah di sektor pendidikan menyikapi kondisi pandemi virus korona (Covid-19).
Guna memastikan penerapan PPJ berjalan baik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut, Wakil Gubernur Steven Kandouw menggelar video conference (Vidcon) bersama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut bersama jajarannya, Jumat (1/5/2020).
Kandouw mengatakan, kegiatan PJJ dapat berlangsung efektif dengan pendelegasian ke UPTD. Menurutnya, UPTD menjadi andalan di daerah harus benar-benar bekerja optimal untuk membantu, mengawasi, membimbing pembelajaran jarak jauh di Sulut.
“Jadi UPTD ini harus lebih aktif dan inisiatif dalam mengawal dan membimbing baik kepala sekolah, guru maupun semua aspek pendidikan yang ada di wilayah UPTD yang bersangkutan. Serta juga UPTD ini harus mengambil peran lebih,” kata Kandouw.
Diharapnya, Dikda Sulut agar bisa intensifikasi pertemuan, koordinasi melalui rapat online dengan guru-guru. Lewat koordinasi rutin itu, katanya, dapat mengidentifikasi daerah mana yang rawan.
“Dan itu akan disampaikan langsung ke pak Gubernur agar dapat menyampaikan ke pak Menteri, agar janji pak Menteri untuk Sulawesi Utara 97% tercover itu terealisasi,” ungkapnya.
Kepala Dikda Sulut, Grace Punuh, kesempatan itu melaporkan terkait pelaksanaan kegiatan selama pandemi Covid-19.
Kata Punuh,  pembelajaran online dalam jaringan (Daring) dan Luar jaringan (Luring) tetap dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan menengah yang terdiri SMA 224 Sekolah SMK 187 sekolah dan SLB 30 sekolah, sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) yang diikuti surat edaran Gubernur Sulut terkait belajar dari rumah selama pandemi Covid-19.
“Guru dan siswa melakukan proses mengajar dan belajar dari rumah dengan menggunakan beberapa aplikasi gratis diantaranya rumah belajar ruang guru, zoom, whatsapp messenger, penugasan terstruktur dan kunjungan ke rumah siswa secara langsung bagi yang tidak memiliki fasilitas internet. Prosentase pelajaran daring keseluruhan ada 70 persen sedangkan luring ada 30% untuk seluruh siswa di Sulut yang tersebar di 15 kabupaten kota,” kata Punuh.
Adapun vidcon turut dihadiri Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, para kepala cabang dinas pendidikan se-Sulut dan perwakilan orang tua siswa SMA dan SMK. (rivco tololiu)