Tragedi Cinta Segitiga di Manado, Bermula Rasa Cemburu hingga Berakhir Maut

oleh -
Korban saat ditangani di RS. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO- Kisah cinta tragis terjadi di Kota Manado. Kisah cinta segitiga berujung maut yang merenggut satu nyawa. Cinta segitiga itu harus mengorbankan seorang pemuda berinisial DS alias Devo, Warga Kelurahan Ranotana weru Kecamatan Wanea, yang tewas ditangan AS alias Eka, 21, wargs Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Thommy Aruan, saat dikonfirmasi Sindomanado.com Kamis (29/4/2021) membenarkan peristiwa tragis tersebut.

“Telah terjadi kasus penganiyaan yang menyebabkan kematian di Malalayang, subuh tadi motifnya diduga akibat urusan asmara,” singkat Kasat Reskrim.

Informasi yang dirangkum pihak Kepolisian menyebut, kejadian nahas tersebut bermula saat pelaku Eka memergoki korban Devo ada di dalam indekos pacarnya LW alias Livia, 21,  yang terletak di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang pada Kamis (29/4/2021) sekira pukul 02.00.WITA.

“Pelaku yang diduga terbakar cemburu lantas menganiaya korban DS hingga korban tewas, selanjutnya pelaku menyerahkan diri di Mapolsek Malalayang,” tukas Kasat Reskrim.

Sementara, pelaku AS alias Eka yang sudah ditahan pihak kepolisian membeberkan kronologi kejadian tragis tersebut. “Kira-kira pukul 01.45 WITA pada saat hendak pulang ke kos yang bertempat di Jalan Sea Lorong Tuminting Satu Kelurahan Malalayang Satu Barat. Saya mencurigai motor yang diparkir tepat di hadapan kamar sang pacar,” bebernya.

Melihat hal tersebut, pelaku mengetuk kamar indekos pacarnya dengan alasan ingin meminta mi instan. “Pacar saya lama membuka pintu sehingga saya merasa curiga. Kemudian saat pacar saya membuka pintu, saya melihat ada laki-laki yang sedang tidur,” ungkap pelaku.

Pelaku langsung mengambil pisau di dapur lalu pelaku mendobrak pintu kamar pacarnya dan mendapati korban sedang berdiri.

“Saya langsung menikam korban dibagian punggung sebelah kiri, lalu korban melarikan diri bersama pacar saya,” lanjutnya.

Melihat hal itu, pelaku mengambil kayu dan langsung merusak motor milik korban. Sesudah cek-cok tersebut pelaku hendak ingin menyerahkan diri ke Polsek Malalayang. pada saat di jalan yang bertempat di Jalan Sea pelaku berpapasan dengan korban dan pacarnya lalu pelaku turun dari motor dan langsung mengeluarkan pisau dapur. “Ngoni mo tolong pa  dia? Dorang itu pang bahugel,” ujar pelaku kepada masyarakat sekitar.

Kemudian pacar pelaku mengatakan kepada korban “Sayang lari” mendengar perkataan pacarnya kepada korban, pelaku langsung mengejar menggunakan motor. Namun pacarnya menghalangi sehingga pelaku menabrak pacar pelaku, kemudian korban dan pacarnya jatuh.

“Lalu saya kembali mengambil pisau yang tersimpan di motor dan langsung menikam ulang korban di bagian pinggang belakang sebelah kanan, kemudian saya berjalan mengarah Polsek Malalayang untuk menyerahkan diri saya,” tutupnya.

Diketahui, setelah tersebut korban yang dibantu warga langsung menuju IGD Rumah Sakit Prof. Dr. R.D Kandou untuk dilakukan pertolongan namun pukul 03.00 WITA korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit. (Hana Posumah /Deidy Wuisan)