Wajib Menjadi Perhatian Nelayan! Cara Penanganan Ikan Tentukan Mutu dan Kualitas

oleh -
Kabid Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah (DKPD) Provinsi Sulut, Haidy Malingkas. (dok. sindomanado)

MANADO – Ekspor langsung perikanan Sulawesi Utara (Sulut) ke luar negeri seperti Singapura dan Jepang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Meski begitu, ada hal yang masih menjadi persoalan ekspor yakni kualitas dan mutu ikan.

Seperti ekspor ke Jepang yang memang banyak belum memenuhi standar mutu dan kualitas, sehingga berdampak tidak mencukupi permintaan buyer dari negeri Matahari Terbit tersebut.

Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah (DKPD) Provinsi Sulut.

“Kita sudah telusuri bersama, ternyata salah satu faktor penyebab turunnya mutu dan kualitas ikan merupakan dari cara penanganan ikan sendiri oleh nelayan atau penangkap,” ungkap Kepala DKPD Sulut Tienneke Adam melalui Kabid Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Haidy Malingkas, Selasa (13/7/2021).

Ia menjelaskan, penanganan ikan yang dimaksud yakni dari cara tangkap ikan di laut hingga proses penampungannya.

“Tahapan  awal penanganan hasil perikanan dilakukan di atas kapal perikanan pada saat proses penangkapan, dan selanjutnya dilakukan pembongkaran hasil tangkapan di pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan,” ungkapnya.

Menurutnya, tahapan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan titik kritis awal yang harus di perhatikan sebaik mungkin untuk menjamin sebanyak mungkin produk perikanan yang akan didistribusikan agar tetap mempunyai mutu yang baik.

“Namun di satu sisi pelaku usaha terutama nelayan belum memikirkan apakah upaya yang dilakukan sudah benar, baik secara teknis maupun ekonomis,” bebernya.

Haidy mengakui ada beberapa tahapan penanganan ikan yang mesti diperhatian para nelayan.

“Prosesnya mulai dari pendaratan ikan di atas kapal, cara mematikan ikan, pendarahan, penyiangan, penyimpanan dan penanganan di tempat penampungan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya diberbagai kesempatan terus menyosialisasikan kepada nelayan tentang pentingnya memahami cara penanganan ikan yang benar.

“Ibaratnya seperti menjaga bayi. Harus hati-hati supaya mutu dan kualitas ikan tetap terjaga. Mudah-mudahan kedepan sudah lebih baik,” tandasnya. (rivco tololiu)