Polda Sulut Ungkap Praktik Jual Beli Ijazah Doktor Ilegal, Tersangka Mengaku Dapat Bayaran Rp30 Juta

oleh
Tersangka MK yang merupakan Rektor STTEI saat diperiksa Ditreskrimum Polda Sulut. (foto: deidy wuisan)

MANADO – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) mengungkap praktik jual beli ijazah ilegal di Sekolah Tinggi Theolgia Elohim Indonesia (STTEI) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Polisi berhasil mengamankan tersangka berinisian MK yang merupakan rektor di universitas swasta tersebut.

Dalam pemeriksaan polisi, tersangka MK mengaku mendapat bayaran hingga Rp30 juta di setiap kali menerbitkan satu ijazah doktor.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, terungkap tersangka meminta uang sampai Rp30 juta untuk setiap gelar doktor. Tersangkanya baru satu orang,”  ungkap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kompol Feri Sitorus, Kamis (21/10/2021).

Sitorus menjelaskan, saat ini pelaku tidak ditahan, namun dua hari sekali dalam seminggu wajib lapor di Polda Sulut.

“Tersangka inisial MK barusan pulang dari Polda Sulut dan harus wajib lapor setiap Senin-Kamis,” sebutnya.

Ia mengakui, Polda Sulut memang sebelumnya sudah mendalami kasus ijazah palsu STTEI.

“Pihak universitas menggelar perkuliahan secara ilegal. Kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa. Saksinya ada dari mahasiswa dan juga dosen sebanyak 15 orang,” tuturnya

Sitorus menuturkan, ada sekira 70 mahasiswa yang terdaftar di kampus tersebut. Meski begitu, polisi telah menyita ijazah yang tidak sah.

“Dari buka sampai terakhir total mahasiswa 70-an orang. Sudah ada sekitar 20 ijazah yang diterbitkan di STTEI. Kita masih mendalami kasus ini,” tutupnya. (deidy wuisan)