Masyarakat Sulut Dinilai Terbiasa Konsumsi Mentah Informasi Hoaks

oleh -
Pelaksanaan Diskusi Forum Mingguan KORAN SINDO MANADO. (Marcos Budiman)

Sementara itu, dari Akademisi Dr Jacklin Lotulong mengatakan, terkait Hoaks dan SARA untuk saat ini tidak berbicara soal politik tapi lebih ke kajian Ilmu Komunikasi. Dimana hoaks di Indonesia baru dikenal saat ini sedangkan di negara Eropa sudah lama.

Perang dunia ke II itu di sebabkan oleh Hoaks, Hoaks muncul karena memang perkembangan teknologi sekarang ini. Khusus di Indonesia dimana sebanyak 55% masyarakat percaya dengan hoaks, sedangkan di eropa hanya 33%,” jelas dia.

Lanjut dia, di Indoensia paling banyak orang pinter tapi jahat dan masyarakat banyak orang baik tapi bodoh. Kenapa medsos yang di pilih untuk penyebaran konten-konten hoaks dan SARA? Karena kalau di media koran, radio, TV hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi narasumber. (valentino warouw/rivco tololiu)